Algoritma Adalah: Pengertian, Cara Kerja, Jenis, dan Contohnya

Algoritma Adalah

TL;DR

Algoritma adalah rangkaian langkah logis dan sistematis untuk menyelesaikan suatu masalah. Istilah ini berasal dari nama matematikawan Persia Al-Khwarizmi yang hidup pada abad ke-9. Cara kerjanya melewati tiga tahap: input, proses, dan output. Setiap hari Anda berinteraksi dengan algoritma, mulai dari hasil pencarian Google hingga rekomendasi video di YouTube.

Setiap kali aplikasi ojek online menampilkan rute tercepat ke tujuan Anda, atau TikTok memilih video pertama yang muncul di feed, ada sesuatu yang bekerja di balik layar: algoritma. Bukan kebetulan, bukan keajaiban. Algoritma adalah sistem instruksi yang menentukan apa yang terjadi berikutnya. Simak penjelasannya berikut ini!

Algoritma Adalah Urutan Instruksi Logis untuk Menyelesaikan Masalah

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), algoritma adalah prosedur sistematis untuk memecahkan masalah matematis dalam langkah-langkah terbatas. Dalam ilmu komputer, definisi ini meluas: algoritma mencakup setiap urutan instruksi logis yang dirancang untuk menyelesaikan suatu tugas, baik itu mengurutkan data, mencari informasi, maupun membuat keputusan otomatis.

Kata “algoritma” punya asal-usul yang menarik. Istilah ini berasal dari nama seorang matematikawan Persia bernama Muhammad ibn Musa Al-Khwarizmi, yang lahir sekitar tahun 780 M di wilayah Khwarizm (sekarang bagian dari Uzbekistan). Ketika karya-karyanya diterjemahkan ke bahasa Latin di Eropa, namanya dibaca sebagai Algorismus lalu berkembang menjadi Algorithm. Dari sanalah istilah “algoritma” menyebar ke seluruh dunia.

Al-Khwarizmi juga dikenal sebagai bapak aljabar, lewat bukunya Kitab Al-Jabr wal-Muqabala. Judul buku itu sekaligus menjadi asal kata “aljabar” dalam bahasa Indonesia dan algebra dalam bahasa Inggris.

Cara Kerja Algoritma: Input, Proses, dan Output

Secara teknis, algoritma bekerja lewat tiga tahap: input, proses, dan output.

Pada tahap input, data atau perintah dimasukkan ke sistem. Saat Anda mengetik alamat tujuan di aplikasi navigasi, itulah input-nya. Pada tahap proses, sistem mengolah data tersebut menggunakan serangkaian langkah yang sudah ditetapkan sebelumnya. Di contoh navigasi, sistem menghitung semua rute yang mungkin, membandingkan jarak dan kondisi lalu lintas, lalu memilih yang paling efisien. Hasilnya berupa output: rute yang tampil di layar beserta estimasi waktu tempuhnya.

Tiga tahap ini berlaku untuk algoritma apa pun, dari yang sederhana seperti mencari angka terbesar dalam sebuah daftar, sampai yang kompleks seperti sistem rekomendasi platform streaming.

Baca juga: Pijar Sekolah: Fitur, Harga, dan Cara Daftar

Ciri-Ciri Algoritma yang Valid

Tidak semua urutan langkah bisa disebut algoritma yang baik. Menurut Donald E. Knuth, salah satu ahli ilmu komputer paling berpengaruh, sebuah algoritma harus memenuhi beberapa syarat.

  • Finite: algoritma harus berakhir setelah sejumlah langkah tertentu, tidak boleh berjalan tanpa henti.
  • Definite: setiap langkah harus jelas dan tidak ambigu, sehingga siapa pun yang menjalankannya akan mendapat hasil yang sama.
  • Input dan output terdefinisi: ada data yang masuk dan ada hasil yang diharapkan dari proses tersebut.
  • Effective: setiap langkah harus bisa dijalankan dengan sumber daya yang tersedia, tidak ada instruksi yang mustahil dikerjakan.

Kalau salah satu syarat tidak terpenuhi, hasilnya bukan algoritma yang valid, melainkan instruksi yang tidak lengkap dan tidak bisa dijalankan dengan andal.

Jenis-Jenis Algoritma yang Paling Umum Dipakai

Ada banyak jenis algoritma dalam pemrograman. Berikut beberapa yang paling sering dijumpai beserta contoh penggunaannya:

Jenis AlgoritmaCara KerjaContoh Penggunaan
Sorting (Pengurutan)Mengurutkan data dari nilai terkecil ke terbesar, atau sebaliknyaMengurutkan harga produk di marketplace
Searching (Pencarian)Mencari data tertentu dalam kumpulan data besarFitur pencarian di mesin pencari atau aplikasi
GreedyMemilih solusi terbaik di setiap langkah tanpa melihat ke depanPenentuan rute terpendek, seperti algoritma Dijkstra
Divide and ConquerMemecah masalah besar menjadi sub-masalah yang lebih kecilKompresi file, pengurutan data berskala besar
Dynamic ProgrammingMenyimpan hasil perhitungan sebelumnya untuk menghindari pengulanganRekomendasi konten di platform streaming
RekursifMemanggil dirinya sendiri hingga kondisi tertentu terpenuhiPerhitungan faktorial, urutan Fibonacci

Dalam praktiknya, satu aplikasi bisa memakai beberapa jenis algoritma sekaligus. Aplikasi ojek online, misalnya, menggabungkan algoritma pencarian untuk menemukan pengemudi terdekat, sorting untuk mengurutkan berdasarkan jarak dan penilaian, serta greedy untuk merekomendasikan rute terbaik kepada penumpang.

Contoh Algoritma dalam Kehidupan Sehari-Hari

Algoritma bukan hanya milik programmer. Setiap prosedur yang mengikuti urutan langkah jelas dan logis pada dasarnya adalah algoritma.

Resep masakan adalah contoh paling mudah. Resep soto ayam punya urutan yang harus diikuti: rebus ayam dulu, angkat dan suwir, baru masukkan bumbu. Kalau urutannya dibalik atau ada langkah yang dilewati, hasilnya tidak akan sama. Itu adalah algoritma dalam bentuk paling sederhana.

Di dunia digital, algoritma bekerja lebih kompleks tapi prinsipnya sama. Mesin pencari Google menggunakan ratusan faktor untuk menentukan halaman mana yang muncul di posisi pertama. Algoritma TikTok memantau berapa lama Anda menonton sebuah video, lalu menggunakannya untuk memilih video berikutnya. Filter spam di email Anda memindai pola tertentu untuk memisahkan pesan penting dari sampah digital.

Bahkan mesin ATM bekerja dengan algoritma: masukkan kartu, validasi PIN, pilih transaksi, verifikasi saldo, keluarkan uang. Kalau satu langkah gagal, proses berhenti. Persis sifat algoritma yang baik: jelas, terstruktur, dan punya kondisi berhenti yang pasti.

Baca juga: Usaha Desa yang Menguntungkan: Pilih Sesuai Potensi Lokal

Hampir setiap keputusan digital hari ini dijalankan oleh algoritma: dari konten yang muncul di media sosial sampai urutan hasil pencarian. Memahami cara kerjanya tidak harus sampai level kode pemrograman, tapi cukup untuk menjelaskan mengapa teknologi kerap terasa seperti tahu apa yang Anda inginkan. Algoritma adalah cara berpikir yang terstruktur, jauh sebelum ia menjadi baris kode.

Scroll to Top